Lindungi Masyarakat Dari Makanan Tak Aman, BPOM Gorontalo Lakukan Pengawasan Intensif Pangan dan Takjil
18 April 2021 19:15
Berita Aktual

Dalam upaya melindungi masyarakat dari peredaran pangan olahan yang Tidak Memenuhi Syarat, selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2021, Balai POM di Gorontalo melakukan intensifikasi pengawasan dengan target Pangan/ kudapan Berbuka Puasa (Takjil) selama seminggu terakhir di Wilayah Provinsi Gorontalo.

Kepala Balai POM di Gorontalo, Agus Yudi Prayudana menyebutkan bahwa BPOM di Gorontalo turun dengan menggandeng Saka POM Gorontalo dan lintas sektor terkait diantaranya Dinas Pangan, Dinas Kesehatan dan Dinas Perindag ke beberapa titik.

“Lokasi yang kami datangi yaitu pasar Marisa Pohuwato, Pasar Bongomeme, Kawasan Menara Limboto dan Taman Telaga Kabupaten Gorontalo, Bazar Takjil Kumperindag Kabupaten Bone Bolango, serta Kawasan UNG, Patung Nou Uti dan Kawasan Taman Kota Gorontalo.” ucap Kepala BPOM Gorontalo.

Kepala Balai POM menyebutkan Intensifikasi pengawasan pangan ini dilakukan dengan melakukan Sampling dan Pengujian cepat Takjil menggunakan Rapid Test KIT untuk menguji boraks, formalin, pewarna tekstil rhodamin b dan pewarna tekstil methanil yellow yang sering disalahgunakan pada makanan.

"Kegiatan ini juga bertujuan membina UMKM pangan agar dapat menjajakan pangan olahannya secara baik, aman dan bermutu” jelasnya.

BPOM Gorontalo juga melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan terhadap Penjaja Takjil, serta memberikan celemek dan penjepit makanan sebagai alat untuk menjaga kebersihan, serta penyanitasi (Handsanitizer) tangan dalam upaya menjaga kebersihan saat melayani pembeli.

Total takjil di yang di uji menggunakan Rapid Test KIT (alat uji cepat) di mobil laboratorium keliling selama satu minggu terakhir berjumlah 289 sampel yang terdiri dari aneka kudapan, minuman, dan lauk pauk dengan Hasil Pengujian Negatif mengandung Bahan Berbahaya atau Memenuhi Syarat (MS) dan atau Bebas dari Bahan Berbahaya.

 

Balai POM di Gorontalo