BPOM Gorontalo Tanggapi Kasus Keracunan Napi
11 Mei 2021 15:50
Berita Aktual

Belum lama ini, kabar cukup mengejutkan datang dari para Narapidana (Napi) Lapas Kelas 2 A Gorontalo yang mengalami keracunan makanan. Merespon perisiwa tersebut, Balai Pengawas Obat dan Makanan di Gorontalo telah menerima sampel yang dikonsumsi oleh para Napi.

 

“Jadi sampel sudah diambil oleh tim gabungan Dinas Kesehatan Provinsi, Kota Gorontalo dan kami dari BPOM Gorontalo, sejak kemarin sore. Namun kami masih membahas parameter apa saja yang diuji,” ungkap Kepala BPOM di Gorontalo, Agus Yudi Prayudana saat ditemui oleh wartawan, Selasa (11/5/2021).

 

Kepala Balai POM mengungkapkan, pihak laboratorium baru bisa melakukan pengujian pada pagi ini, melalui sampel yang ada. Menurutnya, sampel yang digunakan adalah sisa bubur yang dimakan oleh para korban.

 

“Informasi dari tim investigasi, bubur tersebut dimasak hari Minggu di wajan yang besar pada pukul 10.00 kemudian pukul 14.00 langsung di-packing dalam kotak-kotak siap saji,” tuturnya.

Agus menjelaskan, bahan makan yang digunakan untuk memasak bubur tidak menggunakan santan instan. Dengan adanya beberapa hal yang telah dikumpulkan oleh pihak investigasi, maka pihak BPOM masih menunggu hasil dari pengujian sampel yang dilakukan di laboratorium. Terkait jarak waktu yang cukup jauh dari saat korban makan sampai terjadinya gejala yang ditimbulkan oleh beberapa korban, Agus menilai hal itu tergantung dari daya tahan tubuh yang mengonsumsi. Namun, dirinya tetap menegaskan akan menunggu hasil dari pengujian laboratorium untuk mengetahui apa penyebab dan jenis racun yang ada.

 

“Yang pasti bila dalam makanan itu ada mengandung zat berbahaya ataupun mikroba iya bisa karena ketidakpahaman, kelalaian, atau kesengajaan semoga kasus seperti ini tidak terulang lagi”, tutupnya.

 

Balai POM di Gorontalo