Bersama Cegah Resistensi Antimikroba!

01-07-2026 Umum Dilihat 45 kali

Gorontalo (01/7) - Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Badan POM, William Adi Teja, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Resistensi Antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Besar POM di Gorontalo pada Kamis (25/6).

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid, yakni luring di Yulia Hotel dan daring melalui Zoom Meeting, menjadi wadah penguatan sinergi lintas sektor melalui pendekatan One Health. Bimtek ini diikuti oleh organisasi profesi kesehatan, yaitu IDI, IDAI, IAI, PAFI, PDGI, PDHI, PPNI, dan IBI, serta pelaku usaha apotek sebagai mitra strategis dalam pengendalian resistensi antimikroba.

Bimtek menghadirkan tiga narasumber. Thohir Perdana Putra, dari BPOM memaparkan materi mengenai Kebijakan Nasional dan Peta Jalan Pengendalian Resistensi Antimikroba. Lintang Purba Jaya, Kepala Balai Besar POM di Gorontalo, menyampaikan materi mengenai hasil pengawasan Balai Besar POM di Gorontalo terhadap penggunaan antibiotik selama tiga tahun terakhir sebagai gambaran kondisi pengawasan di wilayah Gorontalo. Sementara itu, Fikri Firmansyah Musa, Kepala Instalasi Farmasi RS Boliyohuto, memaparkan kondisi AMR di rumah sakit serta pentingnya kolaborasi dokter dan apoteker dalam pengendalian resistensi antimikroba.

Sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung pengendalian resistensi antimikroba, kegiatan ditutup dengan penandatanganan surat pernyataan bersama untuk mendorong penggunaan antibiotik yang bijak, tepat, dan rasional. Diharapkan, kolaborasi lintas sektor ini dapat memperkuat upaya pencegahan resistensi antimikroba dan meningkatkan keselamatan masyarakat.

Sarana