“Sejak diproklamirkannya kemerdekaan, kita bangsa Indonesia telah berjanji dan berketetapan hati bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini adalah harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam kondisi dan keadaan apapun NKRI adalah negara demokrasi berlandaskan ideologi Pancasila, yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat istiadat yang hidup di tengah masyarakat. Wilayah NKRI terbentang luas dari Sabang hingga Merauke, terdiri dari 17.508 pulau, dihuni oleh penduduk sebesar 254,9 juta jiwa dengan 1.331 suku bangsa, 746 bahasa daerah, dengan garis pantai sepanjang 99.093 km persegi. Menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa Indonesia secara konsisten untuk menjaga, melindungi dan memelihara tegaknya NKRI dari gangguan apapun, baik dari dalam maupun dari luar dengan cara menerapkan prinsip dan nilai-nilai nasionalime dalam kehidupan sehari-hari”, demikian salah satu isi sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang disampaikan oleh Inspektur Upacara, Andi Herman Andi Tantu, SE. pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-108 di halaman kantor BPOM di Gorontalo, Jumat (20/5/2016).
Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional diikuti oleh seluruh staf BPOM di Gorontalo dengan penuh rasa khidmat. Peringatan ini menjadi momen untuk mengenang kembali bagaimana para pejuang terdahulu telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Sebagai generasi penerus sudah kewajiban kita untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai NKRI. (asd)
Balai POM di Gorontalo