Germas SAPA 2026: Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Desa, Sekolah, dan Pasar Aman Pangan.

02-11-2026 Umum Dilihat 9 kali

Gorontalo (2/11) - Balai Besar POM di Gorontalo melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan tajuk “Uji Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah secara Seri dengan Sampel Terbanyak”, pada Kamis, 29 Oktober 2026, bertempat di Gedung Azalea, Kota Gorontalo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan POM RI, Elin Herlina, serta perwakilan dinas terkait, sekolah, desa, dan pasar yang menjadi lokus intervensi Program Germas SAPA.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, menyampaikan komitmen dan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo terhadap pelaksanaan Program Germas SAPA. Program ini dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu Desa Pangan Aman, Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan (SAPA Sekolah), dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK).

Ketiga pilar tersebut saling melengkapi dalam membangun ekosistem keamanan pangan yang berkelanjutan, mulai dari lingkungan desa dan keluarga, sekolah sebagai tempat pembentukan perilaku sejak dini, hingga pasar sebagai tempat masyarakat memperoleh bahan pangan dan produk pangan yang aman.

Selanjutnya, Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM di Gorontalo, Sumiaty Haslinda, menyampaikan paparan mengenai hasil pelaksanaan Program Germas SAPA Tahun 2026. Pemaparan ini menjadi bagian penting dalam mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi berbagai tantangan selama pelaksanaan, serta merumuskan langkah tindak lanjut untuk meningkatkan efektivitas program ke depannya.

Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penyerahan penghargaan MURI atas pencapaian rekor “Uji Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah secara Seri dengan Sampel Terbanyak”. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya, kolaborasi, dan partisipasi berbagai pihak dalam mendukung pengawasan keamanan pangan, khususnya pangan jajanan anak sekolah.

Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, diharapkan terbangun komitmen dan sinergi yang semakin kuat antara Badan POM, pemerintah daerah, lintas sektor, serta masyarakat dalam melaksanakan program keamanan pangan secara berkelanjutan. Tidak hanya sebagai bentuk evaluasi capaian, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam mewujudkan desa, sekolah, dan pasar yang aman dari pangan yang berisiko terhadap kesehatan.

Sarana