_x000D_ Dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat terhadap kemungkinan peredaran pangan jajanan buka puasa yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan pangan, Balai Pengawas Obat dan Makanan di Gorontalo melakukan inspeksi dan pengujian di tempat terhadap sarana penjual jajanan buka puasa (takjil) di wilayah Kota Gorontalo pada hari Rabu-Kamis, 3-4 Agustus 2011._x000D_
Inspeksi dilakukan pada dua titik utama dimana banyak terdapat penjual jajanan takjil yaitu di sepanjang Jl. D.I. Panjaitan dan Jl. H.B. Jassin. Untuk mendukung pemeriksaan ini, BPOM mengerahkan satu unit mobil laboratorium yang dapat digunakan untuk menguji secara cepat sampel pangan jajanan takjil. Pengujian difokuskan pada pangan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, pewarna sintetis Rhodamin B dan Methanil Yellow. Selama 2 hari inspeksi, telah diuji sampel sebanyak 30 macam yang terdiri dari sampel kue basah berwarna, ketupat, ikan olahan, dan aneka macam es. Hasil uji cepat menunjukkan tidak adanya kandungan bahan berbahaya pada semua sampel pangan jajanan takjil yang telah diuji. Selain pemeriksaan dan pengujian sampel jajanan takjil, BPOM di Gorontalo juga melakukan pembagian brosur keamanan pangan kepada masyarakat sekitar yang sedang melintas di kedua jalan utama Kota Gorontalo ini. Kegiatan ini mendapatkan perhatian yang cukup besar dari masyarakat, terbukti dengan banyaknya masyarakat yang melihat secara langsung proses pengujian sampel dan juga menanyakan berbagai macam hal terkait dengan bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam proses pembuatan makanan. Rencananya, kegiatan serupa akan dilaksanakan pula di luar Kota Gorontalo dalam waktu yang tidak terlalu lama._x000D_ _x000D_
_x000D_
_x000D_
BPOM di Gorontalo
_x000D__x000D_ _x000D_