Kepala Balai POM (BPOM) di Gorontalo pada hari Kamis (13/02/2014) menjadi narasumber pada acara talkshow di stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Gorontalo dengan tema “Pengawasan Pangan Jajanan Anak Sekolah”. Turut menjadi narasumber pada acara tersebut Kepala Seksi Perijinan Bidang Farmasi dan Makanan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Abdur Rahman Samad.
Kepala BPOM menyampaikan bahwa pengawasan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Provinsi Gorontalo telah dilakukan secara intensif mulai tahun 2011 bersamaan dengan pencanangan Gerakan Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah yang Aman, Bermutu dan Bergizi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. Target pengawasan dan pembinaan PJAS selama kurun waktu 2011 - 2014 adalah 400 SD/MI di seluruh Provinsi Gorontalo. Pemilihan Sekolah Dasar sebagai target utama pengawasan dan pembinaan berdasarkan data dari tahun 2009 - 2012 yang menyebutkan bahwa 68 - 78% kasus kejadian luar biasa keracunan akibat makanan terjadi di SD/MI untuk itu diperlukan adanya intervensi secara lebih mendalam terhadap keamanan pangan di SD/MI.
Dalam pelaksanaan Aksi Nasional PJAS tentu saja tidak dapat dilakukan sendiri oleh BPOM di Gorontalo melainkan perlu adanya kerjasama secara sinergis dengan lintas sektor terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas KOMINFO, Tim Penggerak PKK dan CSR. Badan POM RI sebagai penanggung jawab Aksi Nasional PJAS terus mengawal kegiatan ini hingga selesai di tahun 2014 dan setelah itu pengawasan dan pembinaan Pangan Jajanan Anak Sekolah hendaknya diteruskan oleh Pemerintah Daerah. (asd)