Tingkatkan Pengetahuan Keamanan Pangan Siswa, BBPOM di Gorontalo Hadir di SMKN 1 Bulango Utara

07-07-2025 Umum Dilihat 259 kali

Tingkatkan Pengetahuan Keamanan Pangan Siswa, BBPOM di Gorontalo Hadir di SMKN 1 Bulango Utara

 

Balai Besar POM di Gorontalo hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 1 Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango. Petugas BBPOM di Gorontalo, Titi Mawasti memaparkan materi 5 Kunci Memilih Pangan yang Aman. Peserta kegiatan yang terdiri atas 50 orang peserta didik baru, pengurus OSIS dan mahasiswa magang di SMKN 1 Bulango Utara mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias, terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh peserta secara proaktif.

Titi menyampaikan, bahwa Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesehatan siswa. PJAS terdiri dari beberapa jenis, yaitu makanan sepinggan (makanan berat), cemilan/snack, buah baik dalam bentuk buah utuh maupun buah potong, dan minuman, baik berupa minuman siap saji maupun minuman terkemas. Peran penting PJAS dalam membentuk kesehatan siswa salah satunya sebagai sumber asupan energi maupun gizi. PJAS yang aman akan menjadi salah satu unsur pendukung untuk mewujudkan generasi yang berkualitas, begitu pula sebaliknya. Untuk mendapatkan PJAS yang aman, dapat dilakukan melalui penerapan 5 Kunci Memilih Pangan yang Aman. Tips 5 Kunci Memilih Pangan yang Aman dapat diimplementasikan baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

5 Kunci Memilih Pangan yang Aman terdiri dari :

  • Kenali Pangan yang Aman. PJAS yang aman ditandai dengan kondisi pangan yang terbebas dari 3 macam cemaran, baik cemaran fisik, kimia maupun biologis. Pangan yang telah tercemar maupun pangan yang secara sengaja ditambahkan bahan berbahaya dapat menyebabkan berbagai penyakit maupun gangguan kesehatan.
  • Beli Pangan yang Aman. PJAS yang aman tentu saja dihasilkan oleh produsen/penjual yang bersih dan sehat, disajikan dan dipajang secara baik pada suhu aman dan kondisi tertutup. Pangan yang berkuah sebaiknya disajikan dalam kondisi panas, sedangkan pangan beku harus tetap dijaga pada suhu bekunya.
  • Baca Label dengan Seksama. Label merupakan salah satu media komunikasi antara produsen/penjual dan konsumen. Dengan membaca label, maka kita dapat mengetahui karakter produk yang kita beli. Informasi yang kita dapatkan dengan membaca label diantaranya adalah : nama produk, nama dagang, komposisi, identitas produsen, kode produksi, tanggal kedaluarsa, izin edar, label halal, dan sebagainya.
  • Jagalah Kebersihan. PJAS yang aman harus didukung dengan implementasi kebersihan baik kebersihan individu maupun lingkungan. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan area produksi maupun lokasi berjualan. Mencuci tangan menggunakan sabub, air mengalur dan lap yang bersih sebaiknya dilakukan setelah membuang samapah, setelah dari toilet, setelah memegang binatang peliharaan, sebelum, dan sesudah makan.
  • Catat dan Laporkan apa yang ditemui. Konsumen, dalam hal ini komunitas sekolah dapat secara proaktif melakukan pengawasan keamanan pangan dengan senantiasa memperhatikan PJAS yang tersedia di sekitarnya, dan segera melaporkan kepada pihak yang terkait (sekolah, puskesmas/dinas kesehatan maupun BPOM) jika menemui PJAS yang dicurigai tidak aman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik mendapatkan pengetahuan sebagai bekal dasar untuk mengimplementasikan keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan implementasi keamanan pangan oleh berbagai pihak maka diharapkan keamanan pangan dapat mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (tm)

Sarana