Selasa (28/05/2016), Balai POM di Gorontalo dalam hal ini diwakili oleh Hani Dwi Kustanti, S.Si., Apt. dan Adjis Sandjaya, S.Si. selaku Staf Seksi Pemeriksaan, Penyidikan, Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, menghadiri kegiatan Workshop Hasil Monitoring Pangan Segar yang diselenggarakan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Informasi Jagung (BKPPIJ) Provinsi Gorontalo.
Workshop ini membahas mengenai hasil monitoring terhadap pangan segar di Provinsi Gorontalo yang telah dilakukan oleh BKPPIJ pada tahun 2015. Kepala Bidang Konsumsi Penganekaragaman dan Keamanan Pangan BKPPIJ selaku narasumber menjelaskan bahwa permasalahan terbesar pada produk pangan segar terdapat pada komoditi sayuran. Sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan oleh petugas, masih ditemukan praktek oleh petani sayuran yang tidak sesuai dengan ketentuan, misalnya dilakukannya penyemprotan pestisida sesaat sebelum sayuran dipanen, padahal sesuai dengan ketentuan, seharusnya penyemprotan dilakukan minimal dua minggu sebelum sayuran dipanen. Hal ini untuk mencegah adanya residu pestisida diambang batas yang diperbolehkan. Menindaklanjuti hal tersebut, BKPPIJ akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota untuk lebih mengoptimalkan peran penyuluh pertanian dalam mensosialisasikan Cara Budidaya Tanaman yang Baik kepada petani.
Dalam pertemuan ini, BPOM di Gorontalo berkesempatan pula untuk memberikan informasi kepada peserta workshop mengenai hasil pengujian produk pangan yang telah dilakukan. Secara garis besar hasil pengujian pangan di Provinsi Gorontalo masih relatif aman. Selain pengujian pangan secara rutin, BPOM di Gorontalo juga bekerjasama dengan lintas sektor untuk melakukan sampling dan pengujian terhadap penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan. (asd)
Balai POM di Gorontalo